Minggu, 26 Februari 2017

INDONESIAKU

Sebelumnya maaf bila ada yang tersinggung dengan postingan ini.  Tapi jujur saja ini hanya suara hati saya yang jelas-jelas meneriakkan keadaan Indonesiakku.

Apa kabar Indonesia? Siapkah kau berjuang di era globalisasi yang semakin penat ini? Dengan teknologi yang semakin tinggi? Ku yakin kau BISA!

Namun sayangnya moral bangsa ini sedang dibobrok seolah musuh dalam selimut, sehingga kita tak tahu siapa yang harus diperangi. Negara seakan dijual tak ada habisnya.  Yang lebih mirisnya pribadi bangsa pun ikut terjual dengan habisnya kekayaan alam. Sungguh aku tak ingin semua ini terjadi.  Dengan korupsi yang semakin berkuasa, rakyat pun ikut merasakan sesaknya keadilan dan ekonomi yang semakin tak berimbang. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin kepelirit utang. 

Pernahkah kalian berpikir negeri ini benar-benar butuh udara segar? Dimana keadilan ditegakkan, peraturan dijunjung tinggi,  kesejahteraan rakyatpun terjamin.  Aku ingin semua itu!  Jujur saja sebagai generasi muda aku khawatir akan negeri yang akan kupijak nantinya.  Aku tak ingin peperangan terjadi dimana-mana. Apakah mereka tidak pernah berpikir bagaimana nasib anak cucu bila berbuat hal sekeji ini?!  Tentu jawabanku tidak!  Mereka terlalu egois memikirkan kesenangan yang fana itu tak peduli bila mereka masuk jurang neraka nantinya.

Aku selalu khawatir akan banyak hal.  Apalagi Indonesiaku seakan sudah diujung hayat. Coba mereka lebih melihat keadaan rakyat yang benar-benar membutuhkan udara segar.  Pernahkah mereka juga berpikir nasib bangsa?  Kuharap mereka masih memikirkannya dan segera mengambil tidakan.  Memperbaiki moral generasi yang mulai tercemar dengan adanya rokok,  apalagi nark*b* dan s*ks bebas yang merajalela bahkan pembunuhan sudah tak asing lagi terdengar di media.  Pikiran mereka yang suci seakan kehilangan akal sehatnya.  Mereka seperti tidak tahu hal yang benar dan salah. Mereka benar-benar buta akan hal itu. Aku berharap masih ada yang mau mengigatkan dan terus membimbing kami. Kuharap hal yang sekeji inipun hanya mimpi buruk bagi kita semua.

Bapak-Ibu pemimpin, kumohon perbaiki lagi Indonesiaku! Bangun lagi negeri ini! Mohon jangan tinggalkan dunia ini dengan negeri hancur yang akan nantinya akan jadi tanggung jawab kami. Jangan jadikan beban hidup kami semakin sulit nantinya.   Kumohon perbaiki semua!  Aku yakin kalian semua orang baik dan berakhlak mulia! Aku yakin otak kalian benar-benar cerdas.Iya aku tahu karena kalian pemimpin kami.  Semoga Tuhan selalu membimbing kalian ke jalan yang benar dan semoga kesalahan kalian diampuni.  Karena kuyakin suatu saat kita akan bertemu di Surga-Nya kelak.

AYOOO BANGKIT KEMBALI INDONESIAKU!!!!

Selasa, 21 Februari 2017

Suara adzan

Suara adzan mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita.  Bahkan orang muslim sudah menjadi bagiannya.  Ya berarti akupun termasuk. Banyak yang mengatakan adzan itu adalah panggilan Allah.  Yap, aku sangat setuju!  Dia berseru agar kita melaksanakannya ibadah solat,  membuat jarak yang lebih dekat lagi dengan-Nya.

Aku benar-benar merasa bersyukur masuk agama islam. Karena banyak hal yang positif kita dapatkan.  Sayangnya,  orang muslim itu sendiri tidak menyadari akan hal itu.  Dan jujur saja aku baru menyadari hal ini beberapa tahun belakangan ini.  Semejak aku tubuh menjadi seorang remaja.
Di usia yang menginjak remaja,  aku bagai terombang-ambing di lautan. Aku baru mengalami pahit-manisnya hidup yang sebenarnya. Bahkan aku sempat mengalami kegalauan yang berkepanjangan.  Ditahun itu pula  pikiranku di umbrak-abrik akan banyak hal. Mereka saling berebutan untuk merubah kepribadianku.  Untung saja hal negatif tak terlalu banyak memperngaruhiku.  Aku bersyukur orang-orang disekitarku terus membimbingku ke jalan yang benar.

Terlepas dari itu, aku ingin mengatakan.  Bahwa adzan adalah suara yang terindah bahkan seorang penyanyi pun takkan dapat mampu menyainginya. Jujur saja aku terheran kenapa banyak yang mengabaikannya termasuk aku.  Padahal untuk memenuhi kewajiban yang diberikan tak ada sebanding dengan anugrah yang telah Dia limpahkan kepada kita.  Entah karena mereka dibutakan oleh kehidupan dunia atau setan yang selalu saja berhasil memanipulasi otak kita.  Yang pasti kita selalu saja merasa malas, jenuh,  bahkan tidak peduli dengan panggilan-Nya.

Aku sempat beberapa kali bahkan seringkali mengabaikan suara adzan itu. Perasaan malas dan lalai untuk melaksanakan solat selalu hadir tatkala mendengar suara adzan.  Akupun sempat berfikir bahwa itu mengganggu aktifitasku.  Padahal untuk solat tidak memakan waktu lebih dari 5 menit.  Bahkan bila dikalikan dengan solat lima waktu kita bahkan tidak menghabiskan waktu satu jam untuk menunaikannya.  Tak seperti waktu yang Allah berikan kepada kita sebanyak 24jam.  Mungkin benar dunia ini sudah membutakan segalanya sehingga hal yang lebih nyata tampak samar dihadapan kita.

Setelah banyak membaca buku dan mendengarkan beberapa ceramah.  Aku sadar hidupku yang selama enam belas tahun ini terasa sia-sia.  Aku belum banyak merangkai prestasi. Bahkan untuk masa depan dan cita-cita aku belum yakin ingin jadi apa. Dan ternyata yang paling parah dari semua itu,  aku tidak sadar bahwa tujuannku terlahir didunia sebagai jembatan menuju akhirat.  Ya tujuan kita semua itu AKHIRAT. Dan aku tersadar bahwa betapa lalainya diriku ini.

Untung saja lingkunganku tak buruk dalam hal agama.  Sehingga saat aku akan melangkah ke jalan yang salah aku selalu diingatkan.  Entah lewat oranglain atau hati nurani yang meneriakannya. Dan mulai detik ini aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk mengejar tujuan hidupku pada akhirnya.Suara adzan akan senantiasa kurindukan. 

Aku masih bersyukur saat ini masih bisa bergetar saat mendengarkan panggilan itu.  Tandanya hatiku tidak sekeras batu.  Ya walaupun aku benar-benar selalu menyimpang.  Kusematkan doa kepada Sang Khalik agar selalu membimbingku menuju jalan-Nya dan selalu menuntunku kembali bila aku mulai tersesat.
Jadi teman muslim,  ingatlah bahwa AKHIRAT ITU LEBIH BAIK UNTUKMU. DAN JANGAN PERNAH KAU MELALAIKAN SUARA ADZAN UNTUK MENINGGALKAN SOLAT. ^^

Minggu, 12 Februari 2017

Mengapa aku terlahir?

Aku hadir di dunia sudah enam belas tahun lamanya.  Entah bagaimana ceritanya aku terlahir disini.  Apa tujuanku hadir di alam yang fana ini? Apalagi setelah tugasku di dunia ini selesai.  Aku takut hal yang mengerikan akan menimpaku pada akhirnya. Apalagi setelah berhadapan dengan Sang Khalik yang telah Menciptakan semua ini.  Aku takut perbuatan jelekku mencuat bak gunung sedangkan amal baikku hanya sebatang pohon.  Tapi kuharap itu tidak terjadi karena pada dasarnya aku ingin selalu menjadi pribadi yang mulia.

Kusering berpikir.  Kenapa aku harus ada?  Padahal nanti juga bakal mati. Astagfirullah.
Kenapa aku gk ada aja sih?  Hidup di dunia ini sungguh melelahkan.  Astagfirullah.
Gmn kalo aku lahir bukan di keluarga ini?  Mungkin enak ya jadi orang kaya atau apalah. Tapi masa aku gk akan mengenal  ortu dan kaka yg sayang banget sama aku.  Alhamdulillah Allah mengirim mereka untuk menemaniku di dunia ini.
Giman kalo aku tak terlahir?  Akan jadi apa aku nantinya?

"Untuk apa aku terlahir di dunia?"
Pertanyaan itu hampir tak pernah terjawab olehku yang terlintas hanya pemikiran absurd. Aku bahkan sering beristigfar karena memikirkannya.  Terlalu banyak membayangkan membuat bulu kuduk ku merinding.  Aku takut hal yang tak boleh kupikirkan malah muncul begitu saja.

Hingga akhirnya waktu terus berlalu  aku bahkan tumbuh menjadi remaja yang dewasa. Yaa aku menjalani hidup seperti biasa seperti kebanyakan orang.  Bangun tidur setelah itu makan dan mandi lalu aku bergegas ke sekolah. Setelah itu pulang, makan,  mandi, solat,  istirahat hingga akhirnya sang bunga tidur menemaniku.
Terlalu banyak kesempatan yang membuatku selalu mendengar perkataan orang lain.  Yaa aku ini mungkin orangnya suka sekali menguping tapi memang selalu unsur tidak disengaja. Terkadang aku bisa sangat kesal ketika ortu membicarakan semua keburukanku kepada orang lain.  Udah tau anak sendiri ehh ini malah dijelek-jelekin. Kadang kesel pengen ngebejek bejek kaya lagi nyuci baju.  Tapi astagfirullah itu ortuku.
Baru belakangan ini aku mendengar mereka senang karena kehadiranku. Bagaimana tidak aku yang bisa dikatakan 'anak yang tidak diharapkan'dalam artiaan aku tidak dinanti (Eiyttt aku bukan anak haram ya) ini malah membawa berkah.
Dengan kelahiranku yang berojolnya terakhir+ sudah 17 tahun tidak punya anak lagi,  ehhh aku pun datang menghiasi hidup mereka. Deuhhh.
Aku datang bagai seorang pahlawan yang pada akhirnya lahir ke dunia ini sebagai Anugrah untuk menemani kedua orangtua di usia yang sudah renta.  Walau pada dasarnya aku lebih banyak merepotkan mereka, setidaknya aku menjadi pelipur lara disaat mereka lelah. Aku bersyukur tahu aku terlahir di dunia ini untuk apa sehingga aku lebih siap menghadapi kehidupan.  Aku teman di usia mereka yang telah tua.  Aku selalu menjadi matahari mereka. Alasan yang akan selalu membuat mereka tersenyum.

Terima kasih ya Khalik, berkat-Mu aku datang mengenal mereka, merasakan kasih sayang,  dan diberi tugas yang mulia ini. Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk hidup agar aku datang menghuni Surga-Mu kelak. Amiin Yaa Rabb.

Minggu, 22 Januari 2017

Rindu ohh rindu

Saat orang yang berarti sudah tak ada disisi, aku selalu merasa kehilangan.  Terkadang raga dekat tapi hati rasanya tak sampai menggapainya.  Aku pernah merasakan semuanya. 
Terlupakan
Kehilangan,bahkan
Terbuang
Berulang kali kuputar tentang mereka sama seperti sebuah film. Kebahagiaan dan kesedihan bahkan tak pernah luput darinya.Namun ada hal yang paling sakit dari semua itu? Bukan karena aku terlupakan, kehilangan atau terbuang.  Tapi rasa rindu yang tak terbendung kerap kali lebih menyiksaku semakin dalam.  Seperti potongan beling yang beberapa kali kuinjak. Kau tahu bukan rasanya perih?  Iya aku sering kali merasakannya.

Selalu aku berharap semuanya terulang kembali, sama seperti dulu.  Tapi sayangnya aku bukan pemilik sang waktu yang dapat pergi untuk mengubah semua hal sesuai yang kuinginkan.

Saat aku memiliki kesempatan untuk bertemu.Rasa malu dan canggung tak pernah bisa kusingkirkan.  Keberanian dan tekad bulat bahkan tak sesuai dengan apa yang kuharapkan.  Saat aku yakin hanya untuk sekedar menyapa, tubuhnya mulai melangkah jauh lagi.  Meninggalkanku.  Atau aku tak sempat sekalipun melangkah karena tubuhku terlebih dahulu mematung lemas. Hanyut dalam kenangan indah bersamanya.

Jangan pernah bilang aku tak pernah berusaha untuk meyakinkan diri untuk berani melangkah lebih jauh dan terus menatap masa depan.  Tapi kenangan masa lalu selalu mengejar dan aku tak pernah bisa menghindarinya.  Aku bahkan mencoba melupakan mereka.  Tapi sebagian diriku menolak karena mereka benar-benar berarti untukku. Namun jauh di lubuk hati aku masih berharap memiliki kesempatan untuk bisa bersama mereka sekali lagi.  kuharap mereka tak melupanku dan mengigat semua tentang kita.

Rabu, 18 Januari 2017

Teman kecilku

Aku bersyukur pernah mengenal mereka ya walau hanya 1 tahun.  Jelas saja aku masih mengingat nama dan wajah mereka yang amat imut.  Bila tak ada mereka mungkin masa kecilku takkan seindah ini.  Ezi,  Ambara, Sindy mereka selalu setia menemaniku selepas pulang sekolah.  Tak banyak waktu yang kita bagi namun kenangan itu amat berarti bagiku.  Jujur saja aku tak tahu mereka masih mengingatku dan apakah mereka menggangkapku temannya.  Entahlah aku tak pernah peduli.  Aku selalu menyakinkan hati bahwa mereka itu spesial. 

Seringkali aku menitikan air mata karena rindu akan suara dan tawa. Seringkali mereka pun berkunjung dalam mimpi. Aku pun ingat akhir cerita itu, mereka tak pernah ingat siapa aku.  Entah karena aku sering beranggapan seperti itu atau memang faktanya.  Terkadang aku berpikir apakah nanti kita akan bertemu?  Bila masa itu datang akan seperti apa jadinya?  Apakah mereka akan mengigatku? Tak pernah sekalipun aku mendapatkan jawaban. Yang pastinya imajinasiku saja yang semakin menggila.
Andai waktu itu aku tak pindah ke kota kelahiranku seperti saat ini.  Pastinya aku takkan berpisah bersama mereka.  Setidaknya aku tahu nama lengkap mereka sehingga aku bisa berkomunikasi sampai detik ini.
Sudah puluhan kali aku mencari nama mereka di sosial media tapi akhirnya selalu nihil aku menemukan jalan buntu untuk kesekian kalinya.
Namun jauh dilubuk hati aku tak pernah menyesal dengan takdir ini.  Setidaknya dengan ini aku memiliki seseorang yang dirindu. Pintaku takkan pernah berubah seperti 10 tahun yang lalu,  Aku  berharap suatu saat kami akan bertemu lagi.

Sabtu, 14 Januari 2017

Dunia Palot dan Malot

Kau tahu imajinasi anak yang sangat tinggi? Itu pun terjadi pada keponakanku yang masih kecil.  Usianya yaitu 4thn dan 3thn mereka adalah adik kakak yang tak pernah akur. Namun tak setiap hari juga mereka bertengkar. Adakalanya rumah tentram karena mereka.  Tapi,  siapa sangka dibalik ketentraman itu tercipta hal yang lebih aneh dibandingkan saat mereka sedang bertengkar.  Contohnya satu kasus,  sang kakak mendandani adiknya yang cowok menggunakan lipstik dan bedak bahkan sang adik pun dipakaikan kerudung.  Seisi rumah heboh saat mereka keluar kamar dengan dandanan seperti itu.

Kau pernah liat salah satu film disney yang berjudul "inside out" dimana pemeran utamanya memiliki teman imajinasi bernama bimbim. Aku pun teringat saat tahu mereka mempunyai teman imajinasi bernama Palot dan Malot itu.  Kukira saat mereka bermain menyebutkan nama itu adalah salah satu temannya.  Memang benar tapi teman imajinasi.  Palot itu muncul dari sang adik lalu sang kakak menambahkan Malot.  Katanya biar ada temannya.  Tentu saja aku tertawa saat mendengarnya.  Mereka selalu mengunjungi Palot dan Malot ke rumahnya yang katanya sihh ada di Bandung.  Di rumahnya mereka menggambarkan ada kolam renang, taman bermain,  dan juga ular.  Entahlah mengapa mereka memasukkan ular dalam dunianya. Mereka pun mengajak Palot dan Malot ke waterboom dan berenang di kolam ombak lalu mereka pergi ke kebun strawberry dan selepas itu makan di salah satu tempat favorit mereka. Unik sekali mereka,  bahkan aku ketika kecil tak punya teman imajinasi.  Tapi mereka memilikinya.  Sungguh aku ingin masuk dalam dunia mereka yang menyenangkan.

Jumat, 13 Januari 2017

Say hai🤗

Halooo semua sebelum melangkah jauh mari kita saling berkenalan seperti kata pepatah mengatakan"tak kenal maka tak saya". Oleh sebab itu ijinkan saya memperkenalkan diri.  Nama saya Syifa Indah Suci Ati lahir di suatu kota kecil yang sejuk bernama Sukabumi pada tanggal 5 September untuk tahun kelahiran itu rahasia😄 saya anak bungsu yang otomatis anak terakhir dari empat bersaudara. Sayangnya mereka semua saat ini sudah berkeluarga jadi hanya tinggal saya dan kedua orangtua tinggal di rumah.  Uhhh sungguh sedih rumah terasa sepi dan tak jarang saya berasa anak tunggal huhuhu.  Oke untuk perkenalan cukup sekian dulu.  Ohhh untuk yang ingin tahu sebenarnya blog ini saya buat khusus untuk bercerita berbagai pengalaman saya termasuk cerita sehari-hari jadi jangan heran bila kedepannya banyak cerita saya memunuhi blog ini heheh.  Semoga ceritanya jga bisa bermanfaat dan ini pun dijadikan bahan sharing. Dahh sampai jumpa👋