Minggu, 22 Januari 2017

Rindu ohh rindu

Saat orang yang berarti sudah tak ada disisi, aku selalu merasa kehilangan.  Terkadang raga dekat tapi hati rasanya tak sampai menggapainya.  Aku pernah merasakan semuanya. 
Terlupakan
Kehilangan,bahkan
Terbuang
Berulang kali kuputar tentang mereka sama seperti sebuah film. Kebahagiaan dan kesedihan bahkan tak pernah luput darinya.Namun ada hal yang paling sakit dari semua itu? Bukan karena aku terlupakan, kehilangan atau terbuang.  Tapi rasa rindu yang tak terbendung kerap kali lebih menyiksaku semakin dalam.  Seperti potongan beling yang beberapa kali kuinjak. Kau tahu bukan rasanya perih?  Iya aku sering kali merasakannya.

Selalu aku berharap semuanya terulang kembali, sama seperti dulu.  Tapi sayangnya aku bukan pemilik sang waktu yang dapat pergi untuk mengubah semua hal sesuai yang kuinginkan.

Saat aku memiliki kesempatan untuk bertemu.Rasa malu dan canggung tak pernah bisa kusingkirkan.  Keberanian dan tekad bulat bahkan tak sesuai dengan apa yang kuharapkan.  Saat aku yakin hanya untuk sekedar menyapa, tubuhnya mulai melangkah jauh lagi.  Meninggalkanku.  Atau aku tak sempat sekalipun melangkah karena tubuhku terlebih dahulu mematung lemas. Hanyut dalam kenangan indah bersamanya.

Jangan pernah bilang aku tak pernah berusaha untuk meyakinkan diri untuk berani melangkah lebih jauh dan terus menatap masa depan.  Tapi kenangan masa lalu selalu mengejar dan aku tak pernah bisa menghindarinya.  Aku bahkan mencoba melupakan mereka.  Tapi sebagian diriku menolak karena mereka benar-benar berarti untukku. Namun jauh di lubuk hati aku masih berharap memiliki kesempatan untuk bisa bersama mereka sekali lagi.  kuharap mereka tak melupanku dan mengigat semua tentang kita.

Rabu, 18 Januari 2017

Teman kecilku

Aku bersyukur pernah mengenal mereka ya walau hanya 1 tahun.  Jelas saja aku masih mengingat nama dan wajah mereka yang amat imut.  Bila tak ada mereka mungkin masa kecilku takkan seindah ini.  Ezi,  Ambara, Sindy mereka selalu setia menemaniku selepas pulang sekolah.  Tak banyak waktu yang kita bagi namun kenangan itu amat berarti bagiku.  Jujur saja aku tak tahu mereka masih mengingatku dan apakah mereka menggangkapku temannya.  Entahlah aku tak pernah peduli.  Aku selalu menyakinkan hati bahwa mereka itu spesial. 

Seringkali aku menitikan air mata karena rindu akan suara dan tawa. Seringkali mereka pun berkunjung dalam mimpi. Aku pun ingat akhir cerita itu, mereka tak pernah ingat siapa aku.  Entah karena aku sering beranggapan seperti itu atau memang faktanya.  Terkadang aku berpikir apakah nanti kita akan bertemu?  Bila masa itu datang akan seperti apa jadinya?  Apakah mereka akan mengigatku? Tak pernah sekalipun aku mendapatkan jawaban. Yang pastinya imajinasiku saja yang semakin menggila.
Andai waktu itu aku tak pindah ke kota kelahiranku seperti saat ini.  Pastinya aku takkan berpisah bersama mereka.  Setidaknya aku tahu nama lengkap mereka sehingga aku bisa berkomunikasi sampai detik ini.
Sudah puluhan kali aku mencari nama mereka di sosial media tapi akhirnya selalu nihil aku menemukan jalan buntu untuk kesekian kalinya.
Namun jauh dilubuk hati aku tak pernah menyesal dengan takdir ini.  Setidaknya dengan ini aku memiliki seseorang yang dirindu. Pintaku takkan pernah berubah seperti 10 tahun yang lalu,  Aku  berharap suatu saat kami akan bertemu lagi.

Sabtu, 14 Januari 2017

Dunia Palot dan Malot

Kau tahu imajinasi anak yang sangat tinggi? Itu pun terjadi pada keponakanku yang masih kecil.  Usianya yaitu 4thn dan 3thn mereka adalah adik kakak yang tak pernah akur. Namun tak setiap hari juga mereka bertengkar. Adakalanya rumah tentram karena mereka.  Tapi,  siapa sangka dibalik ketentraman itu tercipta hal yang lebih aneh dibandingkan saat mereka sedang bertengkar.  Contohnya satu kasus,  sang kakak mendandani adiknya yang cowok menggunakan lipstik dan bedak bahkan sang adik pun dipakaikan kerudung.  Seisi rumah heboh saat mereka keluar kamar dengan dandanan seperti itu.

Kau pernah liat salah satu film disney yang berjudul "inside out" dimana pemeran utamanya memiliki teman imajinasi bernama bimbim. Aku pun teringat saat tahu mereka mempunyai teman imajinasi bernama Palot dan Malot itu.  Kukira saat mereka bermain menyebutkan nama itu adalah salah satu temannya.  Memang benar tapi teman imajinasi.  Palot itu muncul dari sang adik lalu sang kakak menambahkan Malot.  Katanya biar ada temannya.  Tentu saja aku tertawa saat mendengarnya.  Mereka selalu mengunjungi Palot dan Malot ke rumahnya yang katanya sihh ada di Bandung.  Di rumahnya mereka menggambarkan ada kolam renang, taman bermain,  dan juga ular.  Entahlah mengapa mereka memasukkan ular dalam dunianya. Mereka pun mengajak Palot dan Malot ke waterboom dan berenang di kolam ombak lalu mereka pergi ke kebun strawberry dan selepas itu makan di salah satu tempat favorit mereka. Unik sekali mereka,  bahkan aku ketika kecil tak punya teman imajinasi.  Tapi mereka memilikinya.  Sungguh aku ingin masuk dalam dunia mereka yang menyenangkan.

Jumat, 13 Januari 2017

Say hai🤗

Halooo semua sebelum melangkah jauh mari kita saling berkenalan seperti kata pepatah mengatakan"tak kenal maka tak saya". Oleh sebab itu ijinkan saya memperkenalkan diri.  Nama saya Syifa Indah Suci Ati lahir di suatu kota kecil yang sejuk bernama Sukabumi pada tanggal 5 September untuk tahun kelahiran itu rahasia😄 saya anak bungsu yang otomatis anak terakhir dari empat bersaudara. Sayangnya mereka semua saat ini sudah berkeluarga jadi hanya tinggal saya dan kedua orangtua tinggal di rumah.  Uhhh sungguh sedih rumah terasa sepi dan tak jarang saya berasa anak tunggal huhuhu.  Oke untuk perkenalan cukup sekian dulu.  Ohhh untuk yang ingin tahu sebenarnya blog ini saya buat khusus untuk bercerita berbagai pengalaman saya termasuk cerita sehari-hari jadi jangan heran bila kedepannya banyak cerita saya memunuhi blog ini heheh.  Semoga ceritanya jga bisa bermanfaat dan ini pun dijadikan bahan sharing. Dahh sampai jumpa👋