Rabu, 18 Januari 2017

Teman kecilku

Aku bersyukur pernah mengenal mereka ya walau hanya 1 tahun.  Jelas saja aku masih mengingat nama dan wajah mereka yang amat imut.  Bila tak ada mereka mungkin masa kecilku takkan seindah ini.  Ezi,  Ambara, Sindy mereka selalu setia menemaniku selepas pulang sekolah.  Tak banyak waktu yang kita bagi namun kenangan itu amat berarti bagiku.  Jujur saja aku tak tahu mereka masih mengingatku dan apakah mereka menggangkapku temannya.  Entahlah aku tak pernah peduli.  Aku selalu menyakinkan hati bahwa mereka itu spesial. 

Seringkali aku menitikan air mata karena rindu akan suara dan tawa. Seringkali mereka pun berkunjung dalam mimpi. Aku pun ingat akhir cerita itu, mereka tak pernah ingat siapa aku.  Entah karena aku sering beranggapan seperti itu atau memang faktanya.  Terkadang aku berpikir apakah nanti kita akan bertemu?  Bila masa itu datang akan seperti apa jadinya?  Apakah mereka akan mengigatku? Tak pernah sekalipun aku mendapatkan jawaban. Yang pastinya imajinasiku saja yang semakin menggila.
Andai waktu itu aku tak pindah ke kota kelahiranku seperti saat ini.  Pastinya aku takkan berpisah bersama mereka.  Setidaknya aku tahu nama lengkap mereka sehingga aku bisa berkomunikasi sampai detik ini.
Sudah puluhan kali aku mencari nama mereka di sosial media tapi akhirnya selalu nihil aku menemukan jalan buntu untuk kesekian kalinya.
Namun jauh dilubuk hati aku tak pernah menyesal dengan takdir ini.  Setidaknya dengan ini aku memiliki seseorang yang dirindu. Pintaku takkan pernah berubah seperti 10 tahun yang lalu,  Aku  berharap suatu saat kami akan bertemu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar