Saat orang yang berarti sudah tak ada disisi, aku selalu merasa kehilangan. Terkadang raga dekat tapi hati rasanya tak sampai menggapainya. Aku pernah merasakan semuanya.
Terlupakan
Kehilangan,bahkan
Terbuang
Berulang kali kuputar tentang mereka sama seperti sebuah film. Kebahagiaan dan kesedihan bahkan tak pernah luput darinya.Namun ada hal yang paling sakit dari semua itu? Bukan karena aku terlupakan, kehilangan atau terbuang. Tapi rasa rindu yang tak terbendung kerap kali lebih menyiksaku semakin dalam. Seperti potongan beling yang beberapa kali kuinjak. Kau tahu bukan rasanya perih? Iya aku sering kali merasakannya.
Selalu aku berharap semuanya terulang kembali, sama seperti dulu. Tapi sayangnya aku bukan pemilik sang waktu yang dapat pergi untuk mengubah semua hal sesuai yang kuinginkan.
Saat aku memiliki kesempatan untuk bertemu.Rasa malu dan canggung tak pernah bisa kusingkirkan. Keberanian dan tekad bulat bahkan tak sesuai dengan apa yang kuharapkan. Saat aku yakin hanya untuk sekedar menyapa, tubuhnya mulai melangkah jauh lagi. Meninggalkanku. Atau aku tak sempat sekalipun melangkah karena tubuhku terlebih dahulu mematung lemas. Hanyut dalam kenangan indah bersamanya.
Jangan pernah bilang aku tak pernah berusaha untuk meyakinkan diri untuk berani melangkah lebih jauh dan terus menatap masa depan. Tapi kenangan masa lalu selalu mengejar dan aku tak pernah bisa menghindarinya. Aku bahkan mencoba melupakan mereka. Tapi sebagian diriku menolak karena mereka benar-benar berarti untukku. Namun jauh di lubuk hati aku masih berharap memiliki kesempatan untuk bisa bersama mereka sekali lagi. kuharap mereka tak melupanku dan mengigat semua tentang kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar