Minggu, 12 Februari 2017

Mengapa aku terlahir?

Aku hadir di dunia sudah enam belas tahun lamanya.  Entah bagaimana ceritanya aku terlahir disini.  Apa tujuanku hadir di alam yang fana ini? Apalagi setelah tugasku di dunia ini selesai.  Aku takut hal yang mengerikan akan menimpaku pada akhirnya. Apalagi setelah berhadapan dengan Sang Khalik yang telah Menciptakan semua ini.  Aku takut perbuatan jelekku mencuat bak gunung sedangkan amal baikku hanya sebatang pohon.  Tapi kuharap itu tidak terjadi karena pada dasarnya aku ingin selalu menjadi pribadi yang mulia.

Kusering berpikir.  Kenapa aku harus ada?  Padahal nanti juga bakal mati. Astagfirullah.
Kenapa aku gk ada aja sih?  Hidup di dunia ini sungguh melelahkan.  Astagfirullah.
Gmn kalo aku lahir bukan di keluarga ini?  Mungkin enak ya jadi orang kaya atau apalah. Tapi masa aku gk akan mengenal  ortu dan kaka yg sayang banget sama aku.  Alhamdulillah Allah mengirim mereka untuk menemaniku di dunia ini.
Giman kalo aku tak terlahir?  Akan jadi apa aku nantinya?

"Untuk apa aku terlahir di dunia?"
Pertanyaan itu hampir tak pernah terjawab olehku yang terlintas hanya pemikiran absurd. Aku bahkan sering beristigfar karena memikirkannya.  Terlalu banyak membayangkan membuat bulu kuduk ku merinding.  Aku takut hal yang tak boleh kupikirkan malah muncul begitu saja.

Hingga akhirnya waktu terus berlalu  aku bahkan tumbuh menjadi remaja yang dewasa. Yaa aku menjalani hidup seperti biasa seperti kebanyakan orang.  Bangun tidur setelah itu makan dan mandi lalu aku bergegas ke sekolah. Setelah itu pulang, makan,  mandi, solat,  istirahat hingga akhirnya sang bunga tidur menemaniku.
Terlalu banyak kesempatan yang membuatku selalu mendengar perkataan orang lain.  Yaa aku ini mungkin orangnya suka sekali menguping tapi memang selalu unsur tidak disengaja. Terkadang aku bisa sangat kesal ketika ortu membicarakan semua keburukanku kepada orang lain.  Udah tau anak sendiri ehh ini malah dijelek-jelekin. Kadang kesel pengen ngebejek bejek kaya lagi nyuci baju.  Tapi astagfirullah itu ortuku.
Baru belakangan ini aku mendengar mereka senang karena kehadiranku. Bagaimana tidak aku yang bisa dikatakan 'anak yang tidak diharapkan'dalam artiaan aku tidak dinanti (Eiyttt aku bukan anak haram ya) ini malah membawa berkah.
Dengan kelahiranku yang berojolnya terakhir+ sudah 17 tahun tidak punya anak lagi,  ehhh aku pun datang menghiasi hidup mereka. Deuhhh.
Aku datang bagai seorang pahlawan yang pada akhirnya lahir ke dunia ini sebagai Anugrah untuk menemani kedua orangtua di usia yang sudah renta.  Walau pada dasarnya aku lebih banyak merepotkan mereka, setidaknya aku menjadi pelipur lara disaat mereka lelah. Aku bersyukur tahu aku terlahir di dunia ini untuk apa sehingga aku lebih siap menghadapi kehidupan.  Aku teman di usia mereka yang telah tua.  Aku selalu menjadi matahari mereka. Alasan yang akan selalu membuat mereka tersenyum.

Terima kasih ya Khalik, berkat-Mu aku datang mengenal mereka, merasakan kasih sayang,  dan diberi tugas yang mulia ini. Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk hidup agar aku datang menghuni Surga-Mu kelak. Amiin Yaa Rabb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar