Selasa, 21 Februari 2017

Suara adzan

Suara adzan mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita.  Bahkan orang muslim sudah menjadi bagiannya.  Ya berarti akupun termasuk. Banyak yang mengatakan adzan itu adalah panggilan Allah.  Yap, aku sangat setuju!  Dia berseru agar kita melaksanakannya ibadah solat,  membuat jarak yang lebih dekat lagi dengan-Nya.

Aku benar-benar merasa bersyukur masuk agama islam. Karena banyak hal yang positif kita dapatkan.  Sayangnya,  orang muslim itu sendiri tidak menyadari akan hal itu.  Dan jujur saja aku baru menyadari hal ini beberapa tahun belakangan ini.  Semejak aku tubuh menjadi seorang remaja.
Di usia yang menginjak remaja,  aku bagai terombang-ambing di lautan. Aku baru mengalami pahit-manisnya hidup yang sebenarnya. Bahkan aku sempat mengalami kegalauan yang berkepanjangan.  Ditahun itu pula  pikiranku di umbrak-abrik akan banyak hal. Mereka saling berebutan untuk merubah kepribadianku.  Untung saja hal negatif tak terlalu banyak memperngaruhiku.  Aku bersyukur orang-orang disekitarku terus membimbingku ke jalan yang benar.

Terlepas dari itu, aku ingin mengatakan.  Bahwa adzan adalah suara yang terindah bahkan seorang penyanyi pun takkan dapat mampu menyainginya. Jujur saja aku terheran kenapa banyak yang mengabaikannya termasuk aku.  Padahal untuk memenuhi kewajiban yang diberikan tak ada sebanding dengan anugrah yang telah Dia limpahkan kepada kita.  Entah karena mereka dibutakan oleh kehidupan dunia atau setan yang selalu saja berhasil memanipulasi otak kita.  Yang pasti kita selalu saja merasa malas, jenuh,  bahkan tidak peduli dengan panggilan-Nya.

Aku sempat beberapa kali bahkan seringkali mengabaikan suara adzan itu. Perasaan malas dan lalai untuk melaksanakan solat selalu hadir tatkala mendengar suara adzan.  Akupun sempat berfikir bahwa itu mengganggu aktifitasku.  Padahal untuk solat tidak memakan waktu lebih dari 5 menit.  Bahkan bila dikalikan dengan solat lima waktu kita bahkan tidak menghabiskan waktu satu jam untuk menunaikannya.  Tak seperti waktu yang Allah berikan kepada kita sebanyak 24jam.  Mungkin benar dunia ini sudah membutakan segalanya sehingga hal yang lebih nyata tampak samar dihadapan kita.

Setelah banyak membaca buku dan mendengarkan beberapa ceramah.  Aku sadar hidupku yang selama enam belas tahun ini terasa sia-sia.  Aku belum banyak merangkai prestasi. Bahkan untuk masa depan dan cita-cita aku belum yakin ingin jadi apa. Dan ternyata yang paling parah dari semua itu,  aku tidak sadar bahwa tujuannku terlahir didunia sebagai jembatan menuju akhirat.  Ya tujuan kita semua itu AKHIRAT. Dan aku tersadar bahwa betapa lalainya diriku ini.

Untung saja lingkunganku tak buruk dalam hal agama.  Sehingga saat aku akan melangkah ke jalan yang salah aku selalu diingatkan.  Entah lewat oranglain atau hati nurani yang meneriakannya. Dan mulai detik ini aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk mengejar tujuan hidupku pada akhirnya.Suara adzan akan senantiasa kurindukan. 

Aku masih bersyukur saat ini masih bisa bergetar saat mendengarkan panggilan itu.  Tandanya hatiku tidak sekeras batu.  Ya walaupun aku benar-benar selalu menyimpang.  Kusematkan doa kepada Sang Khalik agar selalu membimbingku menuju jalan-Nya dan selalu menuntunku kembali bila aku mulai tersesat.
Jadi teman muslim,  ingatlah bahwa AKHIRAT ITU LEBIH BAIK UNTUKMU. DAN JANGAN PERNAH KAU MELALAIKAN SUARA ADZAN UNTUK MENINGGALKAN SOLAT. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar